Berita


background

Cek Perizinannya Dulu Sebelum Beli Obat

Sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak, masyarakat Indonesia menjadi pasar yang besar bagi para produsen untuk menjual hasil produksinya.

Jika sempat mampir ke pusat perbelanjaan, tengoklah berapa banyak merek untuk obat sakit kepala. Satu merek bisa dibagi lagi berdasarkan fungsinya.

Sayangnya, tidak semua obat yang beredar di pasaran telah mendapatkan izin. Produsen harus mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM). Tanpa itu, tak ada jaminan obat yang Anda beli aman untuk dikonsumsi.

Nah, kini BPOM telah menyediakan cara mudah bagi masyarakat untuk mengetahui apakah obat yang akan dibeli telah terdaftar secara resmi. Yaitu melalui aplikasi android CekBPOM (yang diunduh di Google Play).

Saat membuka aplikasi CekBPOM, terdapat pilihan untuk mengakses obat dan makanan. Di antaranya adalah nomer registrasi yang tertera di kemasan, nama produk atau nama dagang, jumlah dan kemasan, bentuk sediaan, komposisi, dan nama perusahaan pendaftar atau produsen.

Selain dari aplikasi, BPOM juga menyediakan cara verifikasi makanan dan obat melalui situs cekbpom.pom.go.id. Pilihan untuk memasukkan bentuk produk juga serupa dengan aplikasi CekBPOM.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 197 juga telah menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.







Berita Lainnya

Image
Dec 26, 2018
Pengajian dan Buka Bersama serta Syawalan Tahun 2018
Read More
Image
Dec 15, 2018
Diklat dan Lomba "Medicinal Plant" (Jamu)
Read More